Mewujudkan Banyuwangi Cerdas mulai Dari Sekolah Pinggiran

    

Masih sangaat terasa adanya berbagai ketimpangah  dan kesenjangan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, terutama  kesenjangan antara desa dengan  kota, .  Akibatnya, antara lain masih banyak desa-desa yang terlantar  pembangunannya, terpuruk dalam keterbelakangan,  kualitas hidup masyarakatnya rendah, baik dari segi pendidikan, kesejahteraan, kesehatan maupun kewirausahaan, sebagai indikator kalau kesenjangan antara desa dan kota masih lebar antara lain : Warga buta aksara di dominasi warga pedesaan , kwalitas infrasruktur desa sangat buruk ( Jalan ) , kesehatan warga masih rendah , penghasilan ekonomi masyarakat juga rendah sehingga masyarakat desa masih banyak lari ke kota bahkan ke luar negeri.
       Gambaran diatas minimal terlihat dan saya rasakan setiap hari ditempat tugas saya di sebuah sekolah pinggiran , tepatnya di Desa Margomulyo-Glenmore. Terutama jalan desa  yang kondisinya sangat rusak , masih jauh dari sebuah ikhtiyar menjadikan Banyuwangi Yang Lebih Baik . Memang secara umum khususnya di Kota dan Desa di sebelah kota pembangunan infrastruktur sudah sangat baik , mulai jalan-jalan yg beraspal halus sampai penerangan jalan .


                                                       LONG  LIVE  EDUCATION

Maka tidak ada alasan untuk segera mendorong dan mewujudkan pembangunan yg lebih mempriotaskan kehidupan sosial-ekonomi-pendidikan DESA . tentu melalui pembangunan fisik yg lebih nyata seperti jalan , drainase dan pendidikan yg berkwalitas .





          Untuk Banyuwangi Yang Lebih Baik



.BANGUN DESO NOTO KUTO

Suasana Kelas 3 di SDN 3 Margomulyo



Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Faktor ini diantaranya adalah ketenangan, kesabaran, kasih sayang, dan kebetahan siswa dalam kelas. Selama ini sering kita jumpai di kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung, saat guru menerangkan beberapa murid asyik bercerita dengan temanya, berjalan-jalan, atau bermain sendiri.

Tentu saja hal seperti diatas bisa membuat guru merasa tersinggung dan tidak dihormati. Tetapi mungkin juga guru merasa cuek,terserah yang penting sudah melaksanakan kewajibannya. Pengalaman seperti itu merupakan hal menarik untuk disimak. Sebagai guru kreatif, inovatif dan profesional tentu kita tidak ingin mengalami hal-hal seperti itu. Sebaiknya kita belajar dan terus belajar supaya peristiwa tersebut tidak menimpa kita sebagai guru.

Pembelajaran yang menonton
       Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan dikelas adalah guru yang selalu menonton dalam mengajar. Mereka hanya menyampaikan pengetahuan secara sepihak tanpa berusaha melibatkan mental psikologi anak.
Dalam Kegiatan Belajar mengajar (KBM). Guru hanya memposisikan anak secara pasif. Siswa hanya dipersiapkan menerima ilmu pengetahuan dari guru yang menggunakan metode ceramah dengan program 30 CH (duduk,dengar,diam,catat, dan hafal). Seperti kita ketahui siswa adalah makhluk unik, sehingga pendidik harus memiliki pemahaman terhadap kebutuhan peserta didiknya. Sebagai guru profesional sudah selayaknya berusaha meningkatkan penguasaan materi pembelajaran dengan beberapa pendekatan yang bisa memberikan hasil belajar yang optimal.
Siswa usia SD berada pada fase paling kreatif dalam hidup manusia karena mereka dalam usia bermain. Kenyataanya sejak pagi hingga siang, mereka harus belajar di kelas dengan kondisi tersiksa, mereka tidak boleh bicara, tapi harus duduk rapi, tangan di meja melihat bapak ibu guru menyampaikan materi. Oleh karena itu, seorang guru yang profesional harus bisa mencari dan menggunakan metode yang sesuai, sehingga suasana belajar di kelas tanpa tekanan.paksaan.

PENGUMUMAN KELULUSAN CPNS K-II



Hasil Tes CPNS Tenaga Honorer K2
Tahun 2013
20140211 loby
Pengumuan ini untuk CPNS Tenaga Honorer K2 tahun 2013. Peserta tinggal mengklik nama Kementerian atau Pemda (pemerintah daerah) yang dilamar. Peserta yang lulus CPNS Honorer 2013, namanya akan tertera dalam daftar di bawah ini. Untuk info seputar CPNS 
Silakan ketik Pemerintah Kab. Banyuwangi






        KABUPATEN BANYUWANGI

Pengumuman dilakukan secara bertahab , sabar menunggu
INFO WEBSITE MENPAN-RB

MEMAKNAI PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
Illustration from image Google
Setiap tanggal 12 Robbiul Awal, umat Islam memperingati Hari Maulid Nabi, yaitu hari kelahiran Muhammad saw. Beliau dilahirkan di Mekkah pada 12 Robbiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan 12 April 571 M.
Menurut pakar tafsir Alquran yang juga mantan Menteri Agama RI, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, peringatan Maulid Nabi tetap penting dilaksanakan. Selain untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw. juga dalam rangka mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. sejatinya bukan semata-mata perayaan yang hampa makna atau sekedar berhura-hura. Peringatan yang telah berkembang jauh setelah rasul wafat tersebut merupakan ungkapan penghormatan tertinggi kepada beliau. Namun, sebagian kelompok muslim, terutama kalangan Salafiah dan Wahabi, berpendapat bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. adalah bid'ah(mengada-adakan dalam urusan agama).

BOS ( BANTUAN OPRASIONAL SEKOLAH ) ONLINE

http://www.bos.kemdikbud.go.id./media/home/images/toystory.jpg 

BOS ONLINE           http://www.bos.kemdikbud.go.id./           http://www.bos.kemdikbud.go.id./